MENGAPA MEMILIH HOMESCHOOLING???



Awalnya agak aneh juga klo dirasa…masa orang yng berkecimpung di dunia pendidikan, anaknya malah ga sekolah…tapi lambat laun baru saya menyadari mengapa Alloh memberikan jalan tersbut kepada kami. Kalau menempuh sekolah formal,Mas Akmal harusnya sudah kelas 8 atau kelas 2 SMP.

Sebelumnya Mas Akmal menempuh sekolah formal dari pendidikan anak usia dini, taman kanak - kanak sampai sekolah dasar. Masuk usia sekolah menengah pertama mulai nampak klo Mas Akmal sudah tidak enjoy di sekolah formal. Beberapa sekolah sudah dicoba, baik sekolah negeri maupun swasta. Namun belum ada yang cocok bagi Mas Akmal. Sebenarnya ini berawal ketika sebuah musibah besar menimpa keluarga kami. Mas Akbar, saudara kembar Mas Akmal terserang penyakit DBD dan meninggal pada usia 9 tahun atau kelas 3 SD. Sejak saat itu keluarga kami sempat goyah, termasuk Mas Akmal. Mulai saat itu, Mas Akmal jarang main, malas keluar rumah dan tidak semangat untuk sekolah. Dulu mereka yang biasanya selalu bersaing untuk juara menjadi Mas Akmal yang ga ada semangat sekolah. Mudah2an Mas Akbar lebih bahagia di sana.. Amiin yra.

Saat ini Mas Akmal lebih banyak bersama kami. Hari2nya lebih banyak diisi bersama kami. Belajar,ngaji,  main, nonton bersama kami. Kadang2 saja Mas Akmal main sama temen2nya..kadang main sama guru ngajinya. Alhamdulillah dia juga menikmati kebersamaan bersama kami. Hikmahnya Mas Akmal tidak banyak terpengaruh oleh gaya hidup anak2 seusianya. Klo dilihat ngeri juga pergaulan anak2 seusia Mas Akmal sekarang. Naik motor ugal2an, merokok, ngumpul2 yang ga jelas bahkan banyak anak sesusia Mas Akmal yang terjerat minum2an keras dan narkoba.

Untuk mengisi waktunya saat ini Mas Akmal punya jadwal ngaji setiap habis maghrib. Mas Akmal juga kursus robotika selain juga mengikuti bimbel. Namun yang paling penting kitalah sebagai orang tua yang memberikan asupan ilmu pengetahuan dan lifeskill kepada Mas Akmal. Media dan metode yang kita kita pakai bisa bermacam2. Media teknologi informasi memberikan banyak ruang untuk memberikan asupan materi pengetahuan dan keterampilan. Model problem dan project based learning mungkin yang paling sering kita gunakan untuk memberikan asupan pengetahuan yang diperlukan.

Comments

Popular posts from this blog

Homeschooling